fungsi alat ukur osiloscope, dari pengertian, fungsi, kegunaan serta cara memakai atau menggunakan

 1. Pengertian Osiloskop

Pengertian osiloskop adalah sebuah alat ukur elektronik yang digunakan untuk menginterpretasi atau memproyeksikan sinyal serta frekuensi listrik menjadi bentuk gambar grafik sehingga dapat dinyatakan dalam satuan tertentu sebagai indikator kinerja.


2. Adapun beberapa fungsi dan kegunaan osiloskop secara lengkap dan detail adalah sebagai berikut :


•Mengukur jumlah frekuensi dan gelombang

•Menganalisa gejala gelombang yang bersifat periodik

•Untuk mengetahui bentuk gelombang dari suatu tegangan.

•Untuk menganalisa gelombang dan fenomena lain dalam sebuah rangkaian elektronika.

•Untuk melihat dan membaca emplitudo, tegangan, periode dan frekuensi dari sinyal yang tidak diketahui.

•Untuk menganalisa tingkah laku besaran yang dapat berubah-ubah terhadap waktu pada tampilan di layar

•Untuk mengukur perubahan aliran (phasa) dari sinyal input.

•Untuk mengetahui beda Fasa antara dua sinyal

•Mengukur frekuensi dan tegangan AC/DC


3. Cara Menggunakan Osiloskop


•Pastikan tombol ON-OFF pada posisi off.

•Kondisikan seluruh tombol yang memiliki tiga posisi di tengah.

•Putar tombol INTENSITY ke tengah atau di posisi tengah.

•Tekan tombol PULL 5X MAG ke dalam agar mendapatkan posisi normal.

Hubungkan kabel saluran listrik bolak-balik ke stop contact ACV.

•Putar tombol ON-OFF ke posisi ON. Tunggu hingga duapuluh detik, maka akan muncul satu garis terpampang pada layar CRT. Pabila garis tersebut belum terlihat, silakan putar tombol INTENSITY searah jarum jam.

•Atur tombol FOCUS dan INTENSITY untuk memperjelas jalur garis.

•Atur ulang posisi vertikal dan horizontal sesuai kebutuhan.

•Silakan hubungkan probe ke input saluran –A/ channel –A (CH-A) atau input saluran B/ channel –B (CH-B) sesuai kebutuhanmu.

•Hubungkan probe ke terminal CAL untuk memperoleh kalibrasi 0,5Vp-p.

•Posisikan pelemah vertikal (vertical attenuator), saklar VOLT/ DIV pada posisi 10mV, lalu kamu perlu memutar tombol VARIABLE searah jarum jam. Putar TRIGGERING SOURCE ke CH-A, gelombang persegi empat (square-wave) akan muncul di layar.

•Jika tampilan gelombang persegi empat tampak kurang sempurna, maka atur trimmer yang terletak di probe sehingga bentuk gelombang akan tampak nyata.

Yang terakhir, pindahkan probe dari terminal CAL 0,5Vp-p. Osiloskop sudah dapat kamu gunakan.


4.

•Tombol Power ON/OFF

Tombol Power ON/OFF berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan Osiloskop

•Lampu Indikator

Lampu Indikator berfungsi sebagai Indikasi Osiloskop dalam keadaan ON (lampu Hidup) atau OFF (Lampu Mati)

•ROTATION

Rotation pada Osiloskop berfungsi untuk mengatur posisi tampilan garis pada layar agar tetap berada pada posisi horizontal. Untuk mengatur rotation ini, biasanya harus menggunakan obeng untuk memutarnya.

•INTENSITY

Intensity digunakan untuk mengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.

•FOCUS

Focus digunakan untuk mengatur penampilan bentuk gelombang sehingga tidak kabur

•CAL 

CAL digunakan untuk Kalibrasi tegangan peak to peak (VP-P) atau Tegangan puncak ke puncak.

•POSITION

Posistion digunakan untuk mengatur posisi Vertikal (masing-masing Saluran/Channel memiliki pengatur POSITION).

•INVERT (INVERT)

Saat tombol INV ditekan, sinyal Input yang bersangkutan akan dibalikan.

•Sakelar VOLT/DIV

Sakelar yang digunakan untuk memilih besarnya tegangan per sentimeter (Volt/Div) pada layar Osiloskop. Umumnya, Osiloskop memiliki dua saluran (dual channel) dengan dua Sakelar VOLT/DIV. Biasanya tersedia pilihan 0,01V/Div hingga 20V/Div.

•VARIABLE

Fungsi Variable pada Osiloskop adalah untuk mengatur kepekaan (sensitivitas) arah vertikal pada saluran atau Channel yang bersangkutan. Putaran Maksimum Variable adalah CAL yang berfungsi untuk melakukan kalibrasi Tegangan 1 Volt tepat pada 1cm di Layar Osiloskop.

•AC – DC

Pilihan AC digunakan untuk mengukur sinyal AC, sinyal input yang mengandung DC akan ditahan/diblokir oleh sebuah Kapasitor. Sedangkan pada pilihan posisi DC maka Input Terminal akan terhubung langsung dengan Penguat yang ada di dalam Osiloskop dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar Osiloskop.

•GND

Jika tombol GND diaktifkan, maka Terminal INPUT akan terbuka, Input yang bersumber dari penguatan Internal Osiloskop akan ditanahkan (Grounded).

•VERTICAL INPUT CH-1

Sebagai VERTICAL INPUT untuk Saluran 1 (Channel 1)

•VERTICAL INPUT CH-2

Sebagai VERTICAL INPUT untuk Saluran 2 (Channel 2)

•Sakelar MODE

Sakelar MODE pada umumnya terdiri dari 4 pilihan yaitu CH1, CH2, DUAL dan ADD.

CH1 = Untuk tampilan bentuk gelombang Saluran 1 (Channel 1).

CH2 = Untuk tampilan bentuk gelombang Saluran 2 (Channel 2).

DUAL = Untuk menampilkan bentuk gelombang Saluran 1 (CH1) dan Saluran 2 (CH2) secara bersamaan.

ADD = Untuk menjumlahkan kedua masukan saluran/saluran secara aljabar. Hasil penjumlahannya akan menjadi satu gambar bentuk gelombang pada layar.

•x10 MAG

Untuk pembesaran (Magnification) frekuensi hingga 10 kali lipat.

•POSITION

Untuk penyetelan tampilan kiri-kanan pada layar.

•XY

Pada fungsi XY ini digunakan, Input Saluran 1 akan menjadi Axis X dan Input Saluran 2 akan menjadi Axis Y.

•Sakelar TIME/DIV

Sakelar TIME/DIV digunakan untuk memilih skala besaran waktu dari suatu periode atau per satu kotak cm pada layar Osiloskop.

•Tombol CAL (TIME/DIV)

ini berfungsi untuk kalibrasi TIME/DIV

•VARIABLE

Fungsi Variable pada bagian Horizontal adalah untuk mengatur kepekaan (sensitivitas) TIME/DIV.

•GND

GND merupakan Konektor yang dihubungkan ke Ground (Tanah).

•Tombol CHOP dan ALT

CHOP adalah menggunakan potongan dari saluran 1 dan saluran 2.

ALT atau Alternate adalah menggunakan saluran 1 dan saluran 2 secara bergantian.

•HOLD OFF

HOLD OFF untuk mendiamkan gambar pada layar osiloskop.

•LEVEL

LEVEL atau TRIGGER LEVEL digunakan untuk mengatur gambar yang diperoleh menjadi diam atau tidak bergerak.

•Tombol NORM dan AUTO

•Tombol LOCK

•Sakelar COUPLING

Menunjukan hubungan dengan sinyal searah (DC) atau bolak balik (AC).

•Sakelar SOURCE

Penyesuai pemilihan sinyal.

•TRIGGER ALT

•SLOPE

• EXT

Trigger yang dikendalikan dari rangkaian di luar Osiloskop.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Model Keamanan Jaringan Wireless WEP, WPA, WPA2, Hotspot Login, dan Keamanan MAC Address Filtering